SURABAYA | Rohanews – Pada peringatan Hari Ulang Tahun HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Nasdem, Deni Prasetya, S.E., memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Jawa Timur dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Deni usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa HUT Jatim yang turut dihadiri oleh Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, serta perwakilan tokoh masyarakat, petani, nelayan, dan peternak.
"Menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, Fraksi Nasdem, bahwa Jawa Timur kembali ditegaskan sebagai daerah surplus, baik untuk komoditas padi, beras, maupun gula kristal," ujar Deni pada Senen ( 12/10/2026 ).
Lebih lanjut, Deni asal Dapil Jember dan Lumajang , menyampaikan apresiasi khusus kepada Menteri Pertanian atas perhatian penuh yang diberikan kepada 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Menurutnya, pencapaian sektor pertanian dan perkebunan ini memberikan dampak ekonomi makro yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Dampak positif ini dirasakan di semua sektor, termasuk UMKM. Ini juga sejalan dengan program prioritas Presiden dan Wakil Presiden terkait makan bergizi gratis dan hadirnya Koperasi Desa Merah Putih, yang harus kita sukseskan bersama," terang Anggota Komisi B DPRD Jatim .
Dalam Rapat Paripurna tersebut, Mentan juga menyinggung besarnya kontribusi Jawa Timur terhadap ekspor komoditas unggulan seperti kelapa, gula, dan beras. Deni memandang pencapaian ini sebagai hasil dari proses panjang yang tidak mudah.
"Bertahan sebagai penopang kebutuhan beras bagi provinsi lain, bahkan menjadi eksportir, adalah pencapaian luar biasa," tambah Deni.
Ia juga menyoroti pentingnya peran aktif kepala daerah dalam mengoptimalkan bantuan dari Kementerian Pertanian, termasuk ketersediaan bibit unggul. Ke depan, Deni berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat terus dijaga.
"Kita harus bersama-sama mendukung dan mensukseskan program-program ini. Harapan saya, ketahanan dan swasembada ini tidak hanya dijaga sampai tahun 2029, tetapi untuk seterusnya," tutup Deni.( Rofik )
