Read More

Wakil Ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono Soroti Penanganan Banjir Surabaya dan Urgensi Literasi Digital

SURABAYA | Rohanews – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Blegur Prijanggono, menyoroti dua isu krusial saat menjaring aspirasi masyarakat di kawasan Pucang, Surabaya.

Dua isu utama yang menjadi perhatian adalah penanganan banjir yang masih menjadi masalah klasik di Surabaya serta dampak media sosial bagi generasi muda.   

Dalam  keterangannya, Blegur menekankan bahwa permasalahan banjir di Surabaya memerlukan penanganan yang terukur dan tertata, mengingat kondisi curah hujan yang tidak menentu akhir-akhir ini.  

"Banjir di kota Surabaya ini memang perlu penanganan yang harus dilakukan dengan baik dan tertata. Saran saya kepada pemerintah kota, butuh segera memandang aspirasi dari masyarakat kota Surabaya," ujar Blegur.

Pengawasan Orang Tua di Era Keterbukaan Informasi.

Selain infrastruktur, Blegur juga memberikan perhatian khusus pada fenomena sosial di era keterbukaan informasi. Ia menyoroti banyaknya anak usia Sekolah Dasar (SD) yang sudah memegang gawai (handphone) tanpa filter yang memadai.   

Menurut  politisi Partai Golkar tersebut, pemerintah memiliki keterbatasan dalam menyensor aplikasi media sosial karena mayoritas merupakan produk luar negeri. Oleh karena itu, peran orang tua menjadi benteng pertahanan terakhir.  

"Pemerintah masih berusaha untuk meng-cluster sensor yang tidak baik, namun aplikasi ini bukan buatan Indonesia. Sehingga yang harus dilakukan adalah pengetatan, pengawasan, atau edukasi dari orang tua terhadap putra-putrinya," tegasnya.   

Ia  menambahkan bahwa teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menyediakan segala informasi baik positif maupun negatif. Generasi muda dituntut bijak dalam memanfaatkannya untuk hal produktif, bukan sekadar mengonsumsi konten negatif.

Masyarakat Butuh Kepastian Ekonomi.  

"Di luar negeri, mereka mempromosikan produknya melalui TikTok dan IG, bahkan trading bisa dari situ tanpa perlu toko fisik. Di kita, hal ini baru merangkak naik," jelasnya.   

Menutup  pernyataannya, Blegur menegaskan bahwa di tengah situasi saat ini, masyarakat lebih membutuhkan solusi konkret terkait kesejahteraan daripada perdebatan politik di media sosial.   "Hari ini masyarakat butuh kepastian.

Kepastian bagaimana kehidupannya bisa nyaman, sekolah gratis, makan gratis, dan lapangan pekerjaan tersedia. Bukan perdebatan politis yang membingungkan rakyat," pungkas Blegur.