SURABAYA | ROHANEWS – Anggota DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Fuad Benardi, S.Kom., M.MT., menggelar agenda serap aspirasi (reses) di Daerah Pemilihan (Dapil) 1.
Dalam pertemuan tersebut, isu mengenai pemerataan dan akurasi data penerima bantuan pendidikan menjadi sorotan utama warga, terutama terkait program Beasiswa Pemuda Tangguh.
Dalam keterangannya, Fuad Benardi menanggapi keresahan masyarakat mengenai adanya dinamika seleksi beasiswa yang saat ini tengah diperketat oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Ia menegaskan bahwa proses evaluasi atau penonaktifan sementara sejumlah penerima merupakan langkah krusial untuk memastikan keadilan sosial.
"Proses seleksi yang sangat luas dan ketat saat ini memang diperlukan. Kita ingin memastikan bahwa penerima beasiswa ini adalah mereka yang benar-benar berhak, bukan karena faktor kedekatan dengan pejabat atau mampu secara ekonomi tapi tetap mengajukan," ujar Fuad di hadapan konstituennya.
Fuad yang juga menjabat di struktur PDI Perjuangan Jawa Timur ini menyoroti potret sosial di lapangan, di mana masih ditemukan anak-anak dari keluarga tidak mampu, yatim piatu, hingga yang harus tinggal di rumah kos karena tidak memiliki wali, justru terhambat mendapatkan bantuan akibat kendala administrasi.
Ia mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk lebih fleksibel namun tetap selektif dalam memverifikasi kondisi riil di lapangan. ,
Menurutnya jangan sampai regulasi administratif menjadi penghalang bagi anak-anak yang secara nyata membutuhkan uluran tangan pemerintah untuk lanjut sekolah.
Beasiswa Pemuda Tangguh yang mencakup jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi ini merupakan program unggulan Pemerintah Kota Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota yang juga kader PDI Perjuangan.
Fuadmenyatakan dukungannya terhadap langkah Wali Kota untuk melakukan pembersihan data agar tidak ada lagi praktik titipan atau politisasi bantuan.
"Beban hidup dan biaya pendidikan di kota besar semakin tinggi. Kami di Fraksi PDI Perjuangan berkomitmen penuh agar anggaran negara ini disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, agar anak-anak Surabaya bisa terus sekolah tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga," pungkasnya.

