SURABAYA | ROHANEWS – Tim Nasional Prancis langsung dihadapkan pada ujian berat dalam laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026. Berstatus sebagai salah satu kandidat kuat juara, skuad Les Bleus dijadwalkan bersua Senegal di New York New Jersey Stadium, dini hari nanti. Laga krusial ini memantik perhatian publik, tak terkecuali pengamat sekaligus tokoh publik, Ali Kuncoro, S.STP., M.Si Sekretaris DPRD Jatim.
Pertandingan di Amerika Serikat ini bukan sekadar perebutan tiga poin perdana di fase grup. Bagi Prancis, laga ini menjadi momentum vital untuk membuka langkah menuju gelar juara, sekaligus menghapus bayang-bayang memori kelam yang terjadi 24 tahun silam.
Menanggapi tensi tinggi jelang big match tersebut, Ali Kuncoro menilai bahwa aspek psikologis akan sangat menentukan hasil akhir di lapangan.
"Laga ini sarat akan emosi dan sejarah. Prancis tentu mengincar kemenangan mutlak untuk menegaskan dominasi mereka sejak awal, sekaligus menebus luka lama. Namun, ini adalah ujian mental yang sesungguhnya karena mereka menghadapi Senegal yang punya tradisi mengejutkan," ujar Ali Kuncoro.
Seperti diketahui, pada Piala Dunia 2002 silam, Senegal sukses menciptakan salah satu kejutan paling fenomenal dalam sejarah turnamen. Saat itu, Prancis yang datang dengan arogansi sebagai juara bertahan dunia harus takluk 0-1 di tangan Senegal, yang saat itu berstatus sebagai tim debutan asal Afrika.
Ali Kuncoro menekankan bahwa konstelasi kekuatan kedua tim saat ini memang berbeda, namun ancaman dari wakil Afrika tersebut tetap nyata.
"Kini situasinya berbeda. Prancis tetap membawa status sebagai kekuatan utama sepak bola dunia dengan kedalaman skuad yang luar biasa. Di sisi lain, Senegal datang tidak lagi sebagai tim kejutan, melainkan dengan kepercayaan diri tinggi sebagai salah satu kekuatan paling konsisten dari benua Afrika dalam beberapa tahun terakhir," paparnya.
Lebih lanjut, ia memprediksi bahwa pertandingan akan berjalan ketat dengan adu taktik di lini tengah.
Disiplin pertahanan dan transisi serangan balik yang menjadi ciri khas Senegal bisa kembali menjadi batu sandungan bagi skuad Les Bleus jika mereka lengah.
"Di atas kertas Prancis memang diunggulkan, tetapi bola itu bundar. Konsentrasi di menit-menit krusial dan kedisiplinan antarlini akan menjadi penentu siapa yang layak keluar sebagai pemenang di New York New Jersey nanti," pungkas Ali.
Pertandingan dini hari nanti dipastikan akan menjadi ajang pembuktian: mampukah skuad Prancis membalas tuntas mimpi buruk 2002, atau Senegal yang justru kembali menorehkan sejarah manis di panggung terbesar sepak bola dunia.
