Read More

Momentum HUT Ke-81 Jatim, Fraksi PKB DPRD Jatim Erjik Bintoro Paparkan Kunci Stabilitas Pangan Nasional

SURABAYA | Rohanews – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Jawa Timur, Erjik Bintoro, memberikan sorotan khusus terhadap sektor pertanian. Perhatian utamanya mencakup optimalisasi produksi, kelancaran distribusi, ketersediaan pupuk, hingga penguatan peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.

 Erjik mengungkapkan bahwa proses pertanian dari hulu ke hilir sering kali dihadapkan pada berbagai kendala. Faktor alam, masalah pupuk, hingga praktik permainan harga oleh tengkulak menjadi penyebab utama tidak maksimalnya harga jual yang dinikmati oleh para petani.

"Namun, saat ini kita memiliki peluang untuk memaksimalkannya. Di bawah pemerintahan Pak Prabowo, dukungan terhadap sektor pertanian sudah mulai membaik dan suasananya sangat mendukung," ujar Erjik Anggota Fraksi PKB DPRD Jatim pada Senen. ( 12/10/2026 ).

Lebih lanjut, Erjik Anggota Komisi B DPRD Jatim menuturkan momentum HUT ke-81 ini berharap pemerintah terus memberikan kemudahan akses bagi para petani, baik dalam pengadaan pupuk maupun bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Ia mencontohkan bahwa bantuan vital seperti pompa air untuk menghadapi musim tertentu saat ini sudah mulai didistribusikan.

 Terkait keluhan masyarakat mengenai isu kelangkaan pupuk, Erjik memberikan klarifikasi yang tegas. Menurutnya, pupuk saat ini bukan berstatus langka, melainkan terkait penyesuaian harga dan ketepatan sasaran subsidi. Ia menegaskan bahwa pupuk bersubsidi hanya dialokasikan untuk petani kecil dengan kepemilikan lahan maksimal dua hektare.

"Pupuk itu tidak langka, tetapi (yang non-subsidi) memang mahal. Pupuk subsidi itu diperuntukkan bagi petani dengan kategori lahan maksimal dua hektare. Bagi yang memiliki lahan di atas itu, tentu harus membeli pupuk non-subsidi secara mandiri. Pemerintah tidak mungkin menyubsidi orang yang sudah mampu (kaya)," tegasnya.

Manajemen Dolog Kunci Cegah Tengkulak

Menjawab tantangan mengenai peran Jawa Timur sebagai penopang ketahanan pangan nasional, Erjik optimis bahwa provinsi ini akan terus menjadi tulang punggung stok beras nasional karena tingkat produksinya yang selalu surplus. Meski demikian, ia memberi catatan krusial terkait manajemen tata niaga pangan.

Menurut Erjik, kunci dari stabilitas harga dan ketersediaan beras berada pada manajemen Dolog (Bulog) di daerah.

"Produksi di Jawa Timur selama ini selalu berlebih. Yang terpenting sekarang adalah manajemen Dolog yang harus bagus. Artinya, manajemen mengenai kapan beras harus diserap dan kapan beras harus dikeluarkan harus tepat. Hal ini agar tidak terjadi ruang spekulasi bagi para tengkulak," jelas Erjik anggota Komisi B DPRD Jatim .

Pengaturan arus distribusi beras yang tepat dinilai sangat krusial untuk menutup celah permainan harga pasar. Erjik mengapresiasi iklim tata niaga saat ini, di mana ruang gerak para spekulan sudah sangat dibatasi.

"Kalau dulu-dulu sering ada spekulasi dari para tengkulak. Tetapi dengan sistem saat ini, orang-orang sudah tidak berani lagi melakukan spekulasi semacam itu," tutupnya.( Rofik )

 

Share with